Kewajiban seseorang yang telah beramal sholeh adalah menjaga dirinya dari berperilaku yang dapat merusak amal sholehnya. Balasan atas amalnya tidak perlu ditunggu-tunggu karena jika amalnya tidak dirusak oleh perilakunya sendiri maka yakinlah balasan itu turun seperti yang telah dijanjikan Alloh Ta'ala dan Rosululloh Shollallohu 'alaihi wasallam. Amal yang rusak tentu tidak patut untuk dibalas maka jangan salahkan amal dan Yang Maha Menjanjikan Balasan Amalnya tapi salahkan lah diri sendiri yang tidak mampu menjaga kemurnian amal sholeh yang telah dilakukan, baik saat melakukan amalnya maupun setelah melakukan amalnya.
Rabu, 02 Mei 2018
Takbirotulihrom
Takbirotulihrom adalah kalimat yang paling pantas diucapkan oleh seorang hamba ketika menghadapkan dirinya kepada ALLOH Ta'ala. Lafadz "ALLOHU AKBAR" tidak dapat didefinisikan dengan 'akal manusia namun terurai dalam hati yang beriman.
Selasa, 01 Mei 2018
Terus Terang Saja
Terus terang aku sama sekali tidak tertarik dg dai & muballigh impor yg hanya pandai retorika sambil mengutip teks-teks suci tp tdk memahami perasaan, hati dan jiwa ummat & bangsa Indonesia. Mereka tak mengerti tradisi unggah ungguh & tata nilai rakyat Nusantara.
Mereka melindas kearifan & budaya lokal secara semena-mena & jumawa atas nama kebenaran dan kesucian agama tanpa memperdulikan perasaan masyarakat yg tradisinya dihancurkan.
Aku juga tidak silau oleh pertunjukan agama dengan penampilan & retorika yang penuh pesona tapi tanpa kearifan & miskin etika.
Meski aku tahu banyak orang yang hanyut dlm buaian retorika para orator & pembicara agama yang seperti ini, sehingga mereka mengaug-ngaungkan seperti layaknya selibritis yg jadi bintang idola.
Aku lebih hormat & tertarik pada Sunan Kudus yang menghimbau ummat Islam agar tidak memotong sapi demi menghormati ummat Hindu yang memuliakan sapi, dari pd ceramah orang pandai yang menghujat & menguliti keyakinan orang lain dengan kitab sucinya yg sudah jelas-jelas beda isinya.
Saya yakin Sunan Kudus memahami betul isi Al-Qur'an dan ajaran Islam, tapi beliau tdk pernah menyalahkan dan merendahkan orang yg mempercai kesucian sapi. Bahkan tetap menghormati & menjaga perasaannya
Aku sangat terkesima pd cara dakwah Walisongo yang berhasil mengislamkan bangsa Nusantara tanpa merusak rumah ibadah ummat lain, menghancurkan candi dan patung apalagi mendebat kitab sucinya.
Dg cara-cara yang elegan & simpatik mereka berhasil mengislamkan jutaan orang, tdk hanya ribuan orang seperti klaim pendakwah asing yang sudah dianggap hebat.
Aku juga kagum pd cara dakwah para ulama Nusantara yg lebih mengedepankan akhlak mulia & laku hidup bijaksana daripada dengan perdebatan & caci maki yg menusuk hati & melukai perasaan. Aku yakin para ulama sangat memahami kelemahan & kesalahan kitab suci agama lain jika dilihat dari perspektif Al-Qur'an & ajaran Islam.
Tapi beliau tdk pamer kelebihan & kepandaian diri karena beliau-beliau yakin ilmu & kepandaian bukan utk dipamerkan diatas panggung pertunjukan tapi diamalkan dlm laku hidup mulia
PBNU
Al-Habib KH Said Aqil Siradj
• Nabi Muhammad SAW
• Fatimah Az-Zahra
• Al-Imam Sayyidina Hussain
• Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin bin
• Sayyidina Muhammad Al Baqir bin
• Sayyidina Ja’far As-Sodiq bin
• Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin
• Sayyid Muhammad An-Naqib bin
• Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi bin
• Ahmad al-Muhajir bin
• Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah bin
• Sayyid Alawi Awwal bin
• Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin
• Sayyid Alawi Ats-Tsani bin
• Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin
• Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)
• Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
• Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad, India) bin
• Sayyid Abdullah Al-’Azhomatul Khan bin
• Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan bin
• Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan Al Husein bin
• Sayyid ‘Ali Nuruddin Al-Khan @ ‘Ali Nurul ‘Alam
• Sayyid ‘Umdatuddin Abdullah Al-Khan bin
• Sunan Gunung Jati @ Syarif Hidayatullah Al-Khan
• Pangeran Pasarean @ Pangeran Muhammad Tajul Arifin
• Pangeran Dipati Anom @ Pangeran Suwarga @ Pangeran Dalem Arya Cirebon
• Pangeran Wirasutajaya ( Adik Kadung Panembahan Ratu )
• Pangeran Sutajaya Sedo Ing Demung
• Pangeran Nata Manggala
• Pangeran Dalem Anom @ Pangeran Sutajaya ingkang Sedo ing Tambak
• Pangeran Kebon Agung @ Pangeran Sutajaya V
• Pangeran Senopati @ Pangeran Bagus
• Pangeran Punjul @ Raden Bagus @ Pangeran Penghulu Kasepuhan
• Raden Ali
• Raden Muriddin
• KH Raden Nuruddin
• KH Murtasim ( Kakak dari KH Muta’ad leluhur pesantren Benda Kerep & Buntet )
• KH Said ( Pendiri Pesantren Gedongan )
• KH Siraj
• KH Aqil
• KH Said Aqil Siraj ( Ketua PBNU )
Mungkin masih banyak yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, bahwa Ketua PBNU, Prof. Dr. KH Sa'id Aqil Siradj juga seorang "Habib" alias keturunan (dzurriyah) Rasulullah saw. Ini nih silsilah lengkapnya supaya paham, kalau perlu dihafal, hehehe...
KH. Said Agil Siradj bin KH Agil bin KH Siradj bin KH Said (gedongan) bin KH Murtasim bin KH Nuruddin bin KH Ali bin Tubagus Ibrahim bin Abul Mufakhir (Majalengka) bin Sultan Maulana Mansur (Cikaduen) bin Sultan Maulana Yusuf (Banten) bin Sultan Maulana Hasanuddin bin Maulana Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Jati) bin Abdullah bin Ali Nurul Alam Syeh Jumadil Kubro bin Jamaludin Akbar Khan bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik al-Muhajir (Nasrabad India) bin Alawi Ammil Faqih ( Hadrulmaut) bin Muhammad Shohib Mirbat Ali Kholi' Qosam bin Alawi atsani bin Muhammad Shohibus Saumi'ah bin Alawi Awwal bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa ArRumi bin Muhammad an Naqib bin Ali 'Uraidhi bin Ja'far as Shodiq bin Muhammad al Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra Ra binti Sayyidina wa Maulana Rasulullah Muhammad SAW.
Menurut versi lain (yang lebih shahih), yakni menurut ketua Naqobah kesultanan Banten (Zein Sempur Al bakri). KH Said Aqil Siraj adalah keturunan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati Cirebon) melalui jalur nasab Kraton Gebang Ilir Kuningan Cirebon.. bukan melalui jalur sultan Banten seperti yang banyak beredar di dunia maya.
Nah, terlepas dari perbedaan versi di atas, tapi jelas kan, bahwa garis nasab beliau ini sambung hingga ke Rasulullah saw. Bahkan, Kiai Sa'id juga keturunan para wali dan ulama top. Namun, seperti kebanyakan kiai dan ulama NU, banyak yang namanya tidak diberi "Habib". Bagi warga NU, guru harus dihormati, entah dia habib atau bukan, bergelar akademik tinggi atau tidak, setiap guru harus dihormati. Inilah akhlaq.
Jika di antara guru, kiai, gus, habib, ustadz terjadi ikhtilaf, warga NU yang awam mesti bersikap "mauquf" alias mendiamkan. Mereka paham bahwa dibalik ikhtilaf mesti ada rahmat. Nah, rahmat inilah yang perlu dipetik hikmahnya. Paham kan?
Kalau belum, saya beri ilustrasi. Jika ada supir truk bertengkar dengan supir truk tentang mesin truk, maka tukang becak yang masih unyu-unyu, masih belajar bersurban dan bisanya teriak "Takbir", apalagi masih muallaf, maka lebih baik ngak usah ikut-ikutan!!! Apalagi, bergaya "keutem" (bahasa Ngalam) dan toro' bunte' (bahasa Arudam) ikut menghujat dan mensigma sesat, kafir, liberal, pro-asing, dls.
Jadi, mending belajar lagi dan banyak baca. Jika ada berita negatif, biasakan segera tabayyun (klarifikasi). Jangan lupa, check and recheck terus supaya tidak termakan hoax. Perlu diketahui, dari dulu Ketua PBNU terus digoyang dan difitnah, baik dari dalam maupun luar NU. Dulu Gus Dur, sekarang Kiai Sa'id. Tapi ingat, itu semua tidak menyurutkan warga Nahdliyyin dalam menghormati para ulama.
Akhlaq dan keyakinan warga NU ini demi menjaga keutuhan hidup berbangsa dan bernegara. Jadi, demi kepentingan yang lebih urgen, lebih besar dan lebih mulia. Bukan atas dasar nafsu dan kepentingan politik sesaat, apalagi untuk gagah-gagahan. Paham? Kalau masih belum, ya gak papa, la wong NU-nya masih perlu garisan supaya lurus. Atau, kalau belum ngerti ya mungkin karena terlalu lama di bumi datar. Sekali-sekali lihatlah lambang NU yang ada bumi bulatnya, hehehe...
Salam Satu Jiwa
Sejarah
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2177066328978172&id=100000244777203
Sejarah Singkat Pencipta Kalimat : "Billahit Taufiq wal-Hidayah" dan "Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq"
Oleh : Dafid Fuadi (Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Kediri Jatim)
Pada umumnya umat Islam mengakhiri ceramah atau surat-menyurat keagamaan dengan kalimat "Billahit taufiq wal-hidayah" atau "Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq" yang diucapkan atau ditulis sebelum salam penutup. Tetapi mereka tidak mengetahui siapa pencipta ke dua kalimat tersebut.
Pencipta kedua kalimat itu adalah K.H. Ahmad Abdul Hamid yang lebih dikenal dengan nama K.H. Achmad Abdul Hamid Kendal, beliau adalah salah satu ulama kharismatik di Jawa Tengah, sebagai pengasuh Ponpes Al-Hidayah Kendal Kota dan Imam Masjid Besar Kendal. Karena peran dan ketokohan beliau, masyarakat Kendal menyebut beliau sebagai “Bapak Kabupaten Kendal”.
KH. Achmad Abdul Hamid Kendal lahir di Kota Kendal pada tahun 1915. Ayahanda beliau bernama KH. Abdul Hamid.
Beliau dilahirkan pada saat di negeri ini sedang marak berdiri berbagai pergerekan dan organisasi keagamaan, sosial, ekonomi, politik dan lain-lain. Seperti Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan pada tahun 1905 lalu pada tahun 1906 berubah menjadi Sarikat Islam, Muhammadiyah berdiri pada tahun 1912. Pada tahun 1918 lahir Nahdlatul Tujjar sebagai cikal bakal Nahdatul Ulama (NU). Kemudian pada 31 Januari 1926 berdirilah NU, tahun 1928 terjadi Sumpah Pemuda dan lain-lain.
Pada mulanya kalimat "Billahit Taufiq wal Hidayah" beliau ciptakan sebagai ciri khas warga NU untuk mengakhiri ceramah, pidato dan surat menyurat. Pertama kali beliau mengucapkan kalimat itu di Magelang yang selanjutkan diikuti oleh para Ulama NU dan seluruh warga Nahdliyin. Namun kalimat itu akhirnya ditiru dan digunakan oleh hampir semua kalangan umat Islam dari berbagai organisasi dan pergerakan, sehingga kekhasan untuk warga NU sudah tidak ada lagi. Untuk itu beliau menciptakan kalimat baru "Wallahul Muwaffiq ila Aqwamith Thariq" yang dirasa cukup sulit ditirukan oleh warga non-NU. Sehingga sejak itu warga Nahdliyin menggunakan kalimat : "Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq" dalam mengakhiri ceramah, pidato dan surat menyurat sebelum salam penutup, meski yang tetap terbiasa menggunakan :"Billahit Taufiq wal Hidayah" juga masih banyak.
Khidmah Kiai Ahmad (demikian panggilannya sehari-hari) di NU dimulai dari tingkat cabang sampai PBNU. Banyak tugas penting di NU yang pernah diembannya seperti Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Kendal, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah (dengan Katib KH Sahal Mahfudz), dan terakhir sebagai Mustasyar PBNU dan MUI Jawa Tengah. Beliau juga tercatat sebagai kontributor dan distributor majalah Berita NO, yang terbit tahun 1930an. Dalam sebuah tulisan, Kiai Sahal Mahfudz menyebutkan bahwa Kiai Ahmad menyimpan dokumen-dokumen jurnalistik NU seperti Buletin LINO (Lailatul Ijtima' Nadhlatoel Oelama)
Kiai Ahmad cukup produktif menulis dan menerjemahkan kitab-kitab. Salah satu tulisannya yang cukup fenomenal adalah terjemahan al Qanun al Asasi Hadlratusy Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari ke dalam bahasa Indonesia, yang beliau terjemahkan atas permintaan Sekretaris Jenderal PBNU Prof. KH Saifudin Zuhri. Penerjemahan tersebut telah dimulai oleh KH Mahfud Sidiq, tetapi belum selesai sehingga PBNU meminta Kiai Ahmad untuk menyelesaikannya. Terjemahan itu oleh Kiai Ahmad dinamakan "Ihyau Amalil Fudlala’ Fi Tarjamati Muqaddimatil Qanunil Asasi li-Jam’iyati Nahdlatil Ulama".
KH Ahmad Abdul Hamid wafat pada 14 Februari 1998 bertepatan dengan 16 Syawal 1418 H.
Semoga Allah menerima seluruh amal kebaikannya. Amin.
بالله التوفيق والهداية
Billahit Taufiq Wal Hidayah
والله الموفق إلى أقوم الطريق
Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq
Dafid Fuadi
Jumat, 20 April 2018
Ya barotimm
يا بدر تم
يا بدر تم حاز كلّ كمل ¤ ماذايعبّر عن علا ك مقالى
انت الّذى اشرقت فى افق العلى ¤ فمحوت بالانواركل ضلال
وبك استنارالكون ياعلم الهدى ¤ بالنّوروالانعاموالافضال
صلى عليك الله ربى دائما ¤ ابدامع الابكاروالاصال
وعلى جميع الال والاصحاب من ¤ قد خصهم رب العلا بكمال
Ya badrotim
Rabu, 18 April 2018
Jumat, 13 April 2018
Allohughofuururrohiim
*ISTIGHFAR*
••••••••••••
Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Dimasa akhir hidupnya beliau bercerita;
Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Irak. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.
Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.
Begitu selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba Marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya; "Kamu mau ngapain disini, syaikh?."
----------- Penjelasan -------------
Kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan:
1⃣bisa untuk orang tua, 2⃣orang kaya ataupun 3⃣orang yg berilmu.
Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena marbot taunya sebagai orang tua.
---------------------------------
Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.
Di Irak, semua orang kenal siapa imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.
Imam Ahmad menjawab, "Saya ingin istirahat, saya musafir."
Kata marbot, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."
Imam Ahmad bercerita,
"Saya didorong-dorong oleh orang itu disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid."
Ketika sudah berbaring di teras masjid Marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Mau ngapain lagi syaikh?"_ Kata marbot.
"Mau tidur, saya musafir"_ kata imam Ahmad.
Lalu marbot berkata;
"Di dalam masjid gak boleh, di teras masjid juga gak boleh."_ Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, _"saya didorong-dorong sampai jalanan."
Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad didorong-dorong oleh marbot tadi.
Ketika imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meskipun kecil."
Kata imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).
Penjual roti ini punya perilaku khas, kalau imam Ahmad ngajak bicara, dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adonan roti sambil *(terus-menerus)* melafalkan *ISTIGHFAR.* _"Astaghfirullah"_
Saat memberi garam, _astaghfirullah_, memecah telur_astaghfirullah_ , mencampur gandum _astaghfirullah_ . Dia senantiasa mengucapkan _istighfar_. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad memperhatikan terus.
Lalu imam Ahmad bertanya, _"sudah berapa lama kamu lakukan ini?"_
Orang itu menjawab;
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."
Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatanmu ini?"
Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat/keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. semua yg saya minta ya Allah...., langsung diwujudkan."
Rasulullah
صلى الله عليه وسلم
pernah bersabda;
"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."
Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."
Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"
Kata orang itu;
"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad."
Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, _"Allahu Akbar..! *Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai didorong-dorong oleh marbot masjid - Sampai ke jalanan ternyata karena ISTIGHFARMU."*
Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg didepannya adalah Imam Ahmad.
Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.
(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)
Wallohu a'lam
Jangan biarkan postingan ini terputus,
...dan JANGAN SAMPAI ilmu yang SANGAT PENTING ini TIDAK DI-AMALKAN OLEH MASING-MASING DIRI KITA
Semoga Allah merahmati kita semua, Aamiin...
Energi kebangkitan
Zid #8
NARASI ITU ENERGI
Islam itu turun tidak di Romawi yang militernya kuat. Tidak juga di Persia yang memiliki budaya yang tinggi. Namun wahyu langit itu turun di masyarakat yang tertinggal dan berpecah belah.
Islam turun di jazirah arab, ditengah bangsa arab yang rawan konflik dan terbelakang. Yang menarik, dalam 22 tahun lebih sedikit, Quran yang diwahyukan melalui Rasulullah Muhammad Shallallahu'alaihiwassalam telah mengubah bangsa yang terbelakang ini menjadi pemimpin dunia.
Dalam kurun waktu kurang dari 100 tahun semenjak Rasul Wafat, kaum muslimin yang dipimpin oleh para sahabat utama telah menjadi penguasa setengah dunia. Tapak perluasan Islam meluas merenggut area kekuasaan Romawi. Dari afrika utara hingga eropa.
Mari kita berfikir, bagaimana Qur'an bisa membangkitkan bangsa yang tertinggal menjadi bangsa yang luar biasa. Jawabannya adalah narasi. Narasi Qur'an telah mengubah bagaimana sebuah bangsa di jazirah ini berfikir dan merasa.
Bangsa Arab tidak memiliki apa-apa, mereka tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Letak geografis pun tidak mendukung sama sekali. Hadirnya Islam ditengah masyarakat tidak serta merta mengundang emas jatuh dari langit.
Emas memang tidak jatuh dari langit, tetapi hikmah dan kesadaran memicu hati ummat untuk bangkit.
Narasinya dimulai dari "IQRO"... bacalah... renungilah... maknailah...
Lalu narasi langit itu menghentak batin ummat dengan pandangan jauh atas kehidupan. Ada kehidupan yang lebib abadi, di dunia sementara, maka berbuatlah yang baik, karena semuanya dipertanggungjawabkan.
Mendadak, bangsa arab jazirah ini menjadi bangsa yang penuh akhlaq dan perilaku mulia.
Narasi berlanjut dengan "Kamulah Ummat terbaik, selama kamu menyeru yang baik dan mencegah yang mungkar."
Persepsi seorang manusia yang berislam berubah drastis. Mental inferior sebagai bangsa gurun berubah menjadi rasa sebagai bangsa terhormat.
Narasi terus bergerak "semua manusia sama dimata Allah, yang membedakan adalah ketaqwaannya." ....
Narasi langit lalu berlanjut ke nubuwah Rasul... "Islam akan menaklukkan dunia dari timur ke barat... masyriq wal maghrib..."
Mental bangsa gurun berubah menjadi mental bangsa penakluk.
Inilah kekuatan sebuah narasi yang bekerja didalam fikiran manusia. Ia menjadi energi kebangkitan yang luar biasa.
*****
200 kerajaan Islam bertahan merespon serangan penjajah. Entitas kerajaan-kerajaan nusantara akhirnya berguguran menghadapi serangan penjajah dalam bentuk korporasi dagang yang didukung negara besar di eropa.
Kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar diseluruh nusantara ini akhirnya perlahan takluk satu persatu. Kesadaran baru mulai menyeruak dianak bangsa, bahwa kebersatuan entitas penjajah ini haruslah disambut dengan narasi kebersatuan yang serupa.
Anak bangsa kemudian mengeja narasi baru yang namanya "Indonesia". Elemen bangsa yang terdiri dari berbagai etnis kemudian memutuskan berbangsa satu.. bangsa Indonesia.. berbahasa satu.. bahasa Indonesia...
Narasi itu yang menggerakkan anak banhsa untuk membangun Indonesia.
*****
Ray Kroc menghentak Mc Donald, sang pemilik McD pertama. "Jika kamu gak mau meluaskan McD untuk dirimu sendiri, lakukan ini untuk Amerika."
Ray Kroc membangun McD bukan dengan Narasi kosong. Ray Kroc membangun McD dengan narasi yang kuat. "Akan kubentangkan outlet McD dari pesisir timur hingga pesisir barat Amerika"
Lalu apa narasimu?
Sahabatmu,
*Rendy Saputra*