Kamis, 08 November 2018

Mutiara dari Sang Imam

*KATA-KATA MUTIARA IMAM SYAFI'I YG DAHSYAT*

_Oleh : Ustadz Choiruddin_

*"Bila kamu tak tahan menelan penatnya belajar, maka kamu akan menanggung pahitnya kebodohan selamanya."*
- (Imam Syafi'i)

*"Jangan cintai orang yang tidak mencintai Allah. Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu"*
- (Imam Syafi'i)

*"Barangsiapa yang menginginkan Husnul Khatimah, hendaklah ia selalu bersangka baik dengan manusia".*
- (Imam Syafi'i)

*"Doa di saat tahajjud di kegelapan malam adalah umpama panah yang tepat mengenai sasaran."*
- (Imam Syafi'i)

*"Ilmu itu bukan yang dihafal tetapi yang memberi manfaat.”*
- (Imam Syafi'i)

*"Siapa yang menasihatimu secara sembunyi-sembunyi maka ia benar-benar menasihatimu. Siapa yang menasihatimu di khalayak ramai, dia sebenarnya menghinamu''*
- (Imam Syafi'i)

*"Berapa banyak manusia yang masih hidup dalam kelalaian, sedangkan kain kafannya sedang ditenun".*
- (Imam Syafi'i)

*SEMOGA BERMANFAAT*

Sabtu, 03 November 2018

Kampung Berkah

Dasar berwarna putih: mengharuskan pergerakan yg dilakukan berdasarkan fitrah yang dianugrahkan
Daun berwarna abu: mengingatkan akan setiap individu atau kelompok yg ada memiliki kelebihan dan kekurangan Lingkaran daun berwarna abu: menunjukan kesatuan antara ponpes dengan masyarakat dan kelompok sosial serta lingkungan alam
Lingkaran garis hijau: menggambarkan keterpaduan bisnis pertanian dari sisi komoditad maupun subsistem hulu sampai hilir
Dua daun berwarna hijau merupakan pucuk tanaman: menunjukan cita cita untuk menjadi awal dari tumbuhnya sistem (layaknya pohon) yang berbuah keberkahan sehingga muncul lah tulisan kampung berkah

Pemuda indonesia

*90 Tahun Sumpah Pemuda: Sejarah Ada di Tangan Kita..!*

Oleh: Hadi Nur Ramadhan
_(Peneliti Pusat Kajian Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia)._

Di saat anak-anak muda  yang berusia 15, 20 dan 25 tahun sekarang sedang "galau, boring and baper", di usia yang sama seorang remaja putri bernama S.K. Trimurti usia 18 tahun aktif di pergerakan nasional bersama Bung Karno. 
Di saat remaja sekarang sedang asyiknya main "spiner dan game online", di usia yang sama Hamka 15 tahun sudah menjadi anggota dan propagandis Sarekat Islam.

Ketika remaja lain sering "dugem" di diskotik, nongkrong di cafe, karaoke, dengerin musik K-Pop dan jalan-jalan di mal. Di usia yang sama, misalnya Semaun, ia berusia 18 tahun menjadi  Ketua Sarekat Islam cabang Semarang. Di usia 24 tahun Sugondo Djojopuspito memimpin Kongres Pemuda II yang menghasilkan 'Sumpah Pemuda'.

Di saat pemuda sekarang berusia 21 dan 25 tahunan sedang bingung mencari kerjaan karena baru selesai studi kuliah, di usia yang sama Siti Hajinah, salah seorang pengurus besar Aisyiah (Sayap Perempuan Muhammadiyah), saat itu masih 22 tahun berpidato di Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928.

Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda adalah satu peristiwa yang menarik karena sekalipun belum ada negaranya (Indonesia), belum ada pemerintahannya, para pemuda-pemuda di daerah Nusantara sudah membuat konsep negara kesatuan Indonesia, jauh sebelum bangsa ini merdeka.

Tapi ada yang menarik, usia mereka. Usia pemuda pejuang saat itu rata-rata 20 tahunan atau tidak lebih dari 30 tahun. Dibandingkan dengan generasi muda sekarang, bisa dikatakan pemuda Indonesia di masa pergerakan tingkat kedewasaan dan kematanganya 20 tahun lebih cepat. Seperti aktor-aktor sejarah di bawah ini.

- H.O.S.Tjokroaminoto,  usianya 30 tahun ketika itu memimpin perjuangan Sarekat Islam (SI) pada tahun 1912.

- Kiai Haji Mas Mansur, pada usia 12 tahun sudah menunaikan haji serta menimba ilmu dan perjuangan di kota suci. Di usia 26 tahun dia sudah menjadi muballigh dan propagandis dakwah Muhammadiyah.

- KH. Ahmad Dahlan, usia 15 tahun berangkat ke Mekkah menuntut ilmu tahun 1883. Di usia 29 tahun beliau mendirikan gerakan Muhammadiyah.

- Hamka, masuk menjadi anggota dan propagandis Sarekat Islam pada  usia 15 tahun.

- M.  Natsir, masuk Jong Islamieten Bond (JIB) pada usia 16 tahun. Pada usia 23 tahun ia mendirikan sekolah Pendikan Islam (Pendis) di Bandung yang terkenal itu. Sekolah Integral berbasis Tauhid ini mewajibkan para pelajar sekolahnya dengan bahasa Arab dan Belanda. Bahkan cabangnya sempat didirikan di daerah Bogor, Jatinegara, Tanjung Priok, dan Cirebon.

- Sobirin, memimpin Majalah _*PEMBELA ISLAM*_ tahun 1930-an ketika itu usianya 21 tahun. Majalah ini merupakan corong Aksi Bela Islam saat itu.

- A. Wahid Hasyim pada tahun 1935 saat usianya 21 tahun mendirikan Madrasah Nizhamiyah dan Taman Bacaan Rakyat untuk "menggembleng" anak-anak di Kampung halamannya.

- Jenderal Soedirman,  berusia 30 tahun, ketika diangkat menjadi Panglima Besar.

- Mohamad Roem, dari Jong Islamieten Bond lahir pada 16 Mei 1908, berarti ketika ia mengikuti Kongres itu usianya baru 20 tahun.

- A.R. Baswedan,  memimpin pergerakan tanah air melalui Partai Arab Indonesia (PAI), ketika itu usianya 26 tahun. Dan menimba ilmu kepada ulama yang berwibawa asal Sudan Syaikh Ahmad Sorkaty (pendiri Al Irsyad) pada usia 15 tahun.

- Bung Hatta, lahir tahun 1902 dan menjadi Ketua _Indonesische Vereeniging_ (Perhimpunan Indonesia) di Negeri Belanda tahun 1926. ketika usianya baru 24 tahun.

- Soekiman Wirjosandjojo, usia 24 tahun menggerakkan semangat Nasionalisme kepada para pelajar-pelajar Indonesia di Belanda yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia.

- Ir. Soekarno, lahir pada 6 Juni 1901 dan mendirikan Partai Nasional Indonesia tahun 1927, berarti saat itu ia berusia 26 tahun, dan jauh sebelumnya Bung Karno sudah aktif dalam pergerakan nasional melalui _Algemeene Studie Club,_ di Bandung.

- A Gaffar Ismail, di usianya sekitar 18 tahun memimpin pergerakan tanah air melalui PERMI di Sumatera Barat.

- Tan Malaka, lahir tahun 1897 dan aktif di Sarekat Islam Semarang tahun 1921, berarti saat itu usianya 24 tahun.

- Mohammad Yamin, yang menjadi salah satu pelopor Kongres Pemuda II, berusia 25 tahun.

-  Seorang Wanita berusia 23 tahun, Rahmah El Yunusiyah membangkitkan "kesadaran" kaum Wanita dengan mendirikan _Diniyah Puteri School_ pada 1 November 1923. Dari modal itulah Grand Syaikh Al-Azhar Prof. Syaikh Mahmud Syaltut memberikan gelar "Syaikhah" untuk Rahmah El Yunusiyah.

- Seorang putra asal Maninjau Sumatera Barat yg lahir 1 Juli 1916, Isa Anshary sudah menjadi anggota propagandis dakwah Sarekat Islam dan Muhammadiyah (1926-1931) saat itu usianya 16 tahun.

- Saat usia 26 tahun setelah pulang dari mengembara ilmu kepada Syaikh Prof. Mahmud Yunus di Sumatera Barat, Imam Zarkasyi bersama Ahmad Sahal dan Zaiuddin Fanani "membangkitkan" kembali Pondok Pesantren Gontor.

- Prawoto Mangkusasmito saat usia 22 tahun aktif dalam perjuangan _Studenten Islam Studie Club_ (SIS).

- Pada usia 17 tahun  Abdullah Syafi'i  mendirikan "langgar ngaji" yang bermodalkan empat santri. Pada tahun 1933- saat usianya 23 tahun, Abdullah Syafi'i mendirikan Masjid Al-Barkah di Bali Matraman Jakarta. Tempat ini menjadi basis front perjuangan kemerdekaan saat itu.

- Abu Hanifah saat usia 18 tahun dengan beberapa pelajar daerah Sumatera mendirikan _Jong Sumatranen Bond_ sebagai modal awal Kongres Pemuda tahun 1928.

-Kyai Noer Ali saat usia 16 tahun sudah memikirkan konsep kawasan "Perkampungan Surga". Satu daerah yg dibangunya menjadi umat yg "Qaryatun Thayyibah" (Kampung yg baik dan Bertakwa).

Dan masih banyak ratusan bahkan ribuan pemuda saat itu, seperti Ahmad Dahlan, Kasman Singodimedjo, Imam Zarkasyi, M. Rasjidi, Abdul Kahar Mudzakkir, Sjafruddin Prawiranegara, Firdaus AN, Moenawar Chalil, Sukarni, Adam Malik, Bung Tomo dan ratusan para pemuda lain yang telah menjadi Aktor Sejarah bangsa ini. Bagaimana dengan kita hari ini.....?

*Penutup*
Saya jadi teringat sosok  Ali Audah _Allahuyarham,_ seorang Budayawan dan Sastrawan kelahiran Bondowoso, Jawa Timur, 14 Juli 1924 yang saya pernah kunjungi di rumahnya yang sangat asri di Bogor saat berdiskusi tentang "masa kedewasaan" di tahun 2013. Menurut beliau faktor-faktor yang membuat seseorang menjadi dewasa, antara lain:

1. Pengaruh orang tua dan lingkungan. Faktor awal ini yg sangat mempengaruhi. Orang tua harus melahirkan anak-anak yg dewasa, tangguh, dan kokoh. Bukan menjadi anak yang serba "cengeng, penakut dan pengecut.

2. Kepada anak muda perlu dijejali sejarah riwayat orang-orang besar. Karena tidak ada orang besar, jika selama hidupnya tidak pernah membaca orang-orang besar. Langkah ini bisa dengan membaca dan bersilaturahmi kepada para tokoh. Membaca sejarah adalah untuk memperkuat diri dan pribadi. Seperti kata Imam Syafi'i _rahimahullah,_ "Orang yang mengenal dirinya tidak akan terganggu oleh komentar orang lain".
Apalagi di zaman sekarang zaman kemajuan teknologi maju tak bisa ditahan. Tapi peran guru tidak boleh digantikan dengan buku ataupun video kajian. Bahkan Imam Syafi'i pernah mengingatkan dengan tegas agar menuntut ilmu janganlah sembarangan. Belajar hanya dengan buku bacaan, bisa keliru dan malah menyesatkan!.

Mengenai tentang pentingnya sebuah buku, Salah satu pesan puisi dari Sastrawan Taufiq Ismail sangat menarik, putra KH. A. Gaffar Ismail ini mengungkapkan: _"Buku yang hebat haruslah dibaca waktu kita remaja, kemudian pada masa dewasa dibaca lagi di umur tua"._

3. Tanamkan ke anak muda kita sebuah tekad cita-cita setinggi mungkin. Seperti kata Buya Hamka, _"Pemuda yang tidak punya cita-cita laksana hidup seperti "Zombie". Dia hidup tetapi tidak hidup."_ Salah peran bangkitnya sosok pemuda tangguh seperti Muhammad Al-Fatih yang menguasai benteng Konstantinopel pada tahun 1453, tak lain dari dorongan cita-cita yg selalu dihembuskan oleh Ayah Muhammad Al Fatih dan gurunya Syaikh Syamsuddin.

4. Orang akan cepat dewasa, ketika ia banyak bergaul dengan orang-orang yang berfikir dewasa. Langkah ini yang pernah ditempuh oleh generasi Jong- Islamieten Bond (JIB) ketika bergaul dan belajar dengan Haji Agus Salim dan Tuan Ahmad Hassan. 

Seperti kata Sejarawan & Budayawan, Kuntowijoyo: _"Generasi muda hari ini (abad 21) adalah generasi Muslim yang lahir tanpa Masjid."_ Jadi punya mentor itu satu hal keharusan dalam belajar dan berjuang. 

Jadi sekarang bukanlah alasan lagi untuk pemuda saat ini menjadi "alai"  alias malas dan lalai, terlepas lingkungan yang melalaikan atau membuaikan. Tapi masa depan tetap ada di masing-masing kita. Usia muda bukan halangan untuk menjadi matang dan dewasa. Seperti kata Buya Hamka, _"Semua orang pasti akan mengalami masa tua. Tapi tidak semua orang akan mengalami masa dewasa."_

"Pemimpin  muda yang cakap dan terampil tidak akan lahir, jika para orang-orang tua tidak menyiapkannya."
(M. Natsir)

Selamat berjuang wahai anak-anak muda. Mari saatnya bangun dari lelap tidurmu. Sejarah ada di tangan kita.......!

*) Penulis adalah Peneliti Pusat Kajian Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), Pengajar Pesantren Persatuan Islam 112 Bogor, Founder Pusat Dokumentasi Islam Indonesia Tamadun,  Dosen STAIP, dan Peneliti di Institut Risalah Peradaban.

Pengurus pesantren

SUSUNAN PENGURUS
PESANTREN MIMBAR HUFFAZH KARAWANG

Mudir Am      : Uus Mauludin, MA
Tata Usaha.  : Nanin Diah Kurniawati, S. Si
Bag. Kurikulum : Aceng Muttaqin, S. ST
Bag. Kesatrian  : Husni Mubarok
Bag. Humas.     : Hayyun Salim, S. ST

Musyrif Ikhwan Husni Mubarok
Musyrif Akhwat Wiwin

Mhn doanya buat kami semoga sabar dan Istiqomah dalam berjuang

Laporan kegiatan belajar

SANGAN PENTING ‼

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, Ash sholatu wassalamu ala rasulillah wa ba'du

Alhamdulillah proses Kegiatan Belajar Mengajar di Pondok Pesantren Mimbar Huffazh Karawang akan genap 3 bulan banyak hal kita lakukan diantaranya;

1. Melakukan pemetaan kapasitas santri dari segi spiritual, intelektual, life skill, dan yang lainnya

2. Kemampuan dan latar beragam yang berbeda beda menjadikan proses adaptasi yang membutuhkan waktu cukup dan Alhamdulillah 3 bulan menjadi waktu untuk menyamakan suhu, visi, misi, aksi dan yang lainnya sehingga ini menjadi modal dasar bagi semua santri, guru dan masyarakat untuk bersama sama tumbuh

3. Sistem pembelajaran  yang dikembangkan  berbasis pada  individu maksudnya bisa jadi mereka satu kelas akan tetapi yang mereka pelajari berbeda beda seakan sistem  privat karena kami yakin semua punya kelebihan dan keunggulan  maka satu demi satu kami layani walaupun  membutuhkan effort yang sangat luar  biasa: fikiran, tenaga, waktu yang lain lain

4. Alhamdulillah beberapa santri tengah menghatamkan beberapa kitab diantaranya;
a. Ilham bin Mahmudin telah menghatamkan kitab hadits arbain imam Nawawi

b. Afifah binti Arifin telah menghatamkan kitab hadits arbain imam Nawawi,  Hatam kitab Tahsin dan Tajwid  Al Qur'an Karya guru saya Dr. Muhammad An Nuri dan telah munaqosyah Tahfizh 5 juz

c. Salman Farizi telah menghatamkan kitab hadits arbain imam Nawawi

Sedang dalam antrian ujian Hadist Arbain karya Imam Nawawi; Hanun, Salimah, Marwa

Mhn doa dan dukungan serta motivasi dari seluruh wali santri kepada putra putrinya agar lebih semangat lagi

5. Setelah kami bermusyawarah dengan seluruh pengurus harian pesantren maka kami bertekad untuk memaksimalkan seluruh santri yang ada dan sebagaimana yang telah kami sampaikan bahwa bukan Desember adalah waktu pengumuman dimana seluruh santri akan dinyatakan apakah mereka akan tetap di Pesantren Mimbar Huffazh atau di persilahkan belajar di tempat lain dengan melihat 4 target capaian yang telah di sampaikan kepada seluruh santri: Spiritual, Intelektual, leadership dan Finansial jika semua ranah tumbuh dengan baik insya Allah mereka semua akan terus berjuang bersama di pesantren tapi jika tidak maka kami akan persilahkan mencari pesantren yang lain.

6. Untuk tahun ajaran baru kami tidak akan menerima santri baru terlebih dahulu kecuali beberapa orang dari saudara saya yang yatim yg akan saya ajak mereka menjadi warga pesantren

6. Alhamdulillah pengurus harian baru telah kami susun dan akan kami sampaikan selanjutnya begitu pula pertanggal 1 November sistem pembelajaran sudah kami tetapkan sistem dan formulasi baru

7. Mohon saling mendoakan agar semua sehat wal afiyat semangat dalam perjuangan hingga Alloh anugrahkan kesuksesan dan keberkahan bagi kita semua

Maafkan jika selama ini masih banyak kekurangan dari pihak pesantren

Jazaakumulloh Khoiron katsiiron

Wassalam Alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Uus Mauludin
Pelayan Pesantren Mimbar Huffazh Karawang

Yuk Masuk surga sekampung

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام ورحمة الله وبركاته
*UNDANGAN MASUK SURGA SE KAMPUNG*

Agar kampung kita menjadi *KAMPUNG BERKAH* maka sangat penting agar kita semua meningkatkan iman-ilmu dan Amal, oleh karena kami mengundang seluruh warga kampung Bapak-bapak Bapak, Ibu-ibu dan seluruh Pemuda Pemudi untuk hadir:

1. Sholat berjamaah di masjid 5 waktu setiap hari

2. Datang ke masjid lebih awal untuk mengikuti khutbah Jum'at dan Sholat Jumat berjamaah setiap hari Jumat ( khusus laki laki )

3. Mengikuti kajian kitab *Ta'lim Muta'allim karya Syeikh Al Imam Zarnuji rohimahulloh* setiap bada subuh setiap hari

4. Mengikuti kajian kitab *Al Muttajir Arroobih karya Syeikh Ibnu Majid Rohimahulloh* setiap Kamis Sore menjelang buka Shoum Sunnah kamis plus ifthor jama'i

5. Mengikuti kajian Kitab *Kisah Para Nabi Karya Imam Ibnu Katsir rohimahulloh* setiap Ahad subuh plus sarapan pagi bersama santri

Semua akan kita laksanakan di *Masjid Jami Al Hikmah Susukan Dusun Krajan2 Desa Merkar Asih Kec. Banyusari Kab. Karawang*

Semoga Alloh jadikan ini sebagai sebab hidayah dan sebab dimana Alloh akan limpahkan Rahmat dan keberkahan kepada kita semua sehingga kita bisa masuk surga bersama sama aaamiin

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kami yang mengundang

Ketua DKM
Muhammad Hudhori

Pelayan Pesantren Mimbar Huffazh

Kang Guru Uus Mauludin

Di dukung oleh
Lurah Mekar Asih, Polsek dan Koramil Banyusari, seluruh KarangTaruna

Menuju syurga

*ONE DAY ONE HADIST*
Jumat, 2 November 2018 / 24 Shafar 1440

*Jalan Mudah Menuju Surga*

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ جَابِرْ بْنِ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ إِذَا صَلَّيْتُ اْلمَكْتُوْبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلاَلَ، وَحَرَّمْت الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئاً، أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟ قَالَ : نَعَمْ . [رواه مسلم]

Dari Abu Abdullah, Jabir bin Abdullah Al Anshary radhiallahuanhuma : Seseorang bertanya kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, seraya berkata : Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, Menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram ) dan saya tidak tambah sedikitpun, apakah saya akan masuk surga ?. Beliau bersabda : Ya.
(Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1. *Setiap muslim dituntut untuk bertanya kepada ulama tentang syariat Islam, tentang kewajibannya dan apa yang dihalalkan dan diharamkan baginya jika hal tersebut tidak diketahuinya.*

2. *Penghalalan dan pengharaman merupan aturan syariat, tidak ada yang berhak menentukannya kecuali Allah ta’ala.*
3. Amal saleh merupakan sebab masuknya seseorang kedalam syurga.

4. *Keinginan dan perhatian yang besar dari para shahabat serta kerinduan mereka terhadap syurga serta upaya mereka dalam mencari jalan untuk sampai kesana.*

Tema hadits yang berkaitan dengan Al-Quran :

1. *Evaluasi diri / muhasabah*

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ 

*Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)*, dan bertakwalah kepada Allah, *sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.* [Al-Hasyr: 18]

2. *Rindu syurga*

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا لِلَّذِينَ آمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, *istri Fir'aun, ketika ia berkata, "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,* "
[At-Tahrim:11]

3. *Memperhatikan halal haram dalam kehidupan*

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلا بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

*Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah),* (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka sampai mereka membayar jizyah  dengan patuh, sedangkan mereka dalam keadaan tunduk.[At-taubah:29]

Menebar salam

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُاللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ������
 

     ����‍����  Sibukk..❓Tetap *DHUHA*yah..������
                         
*KEUTAMAAN MENEBAR SALAM*

Rasulullah ﷺ bersabda:

” اِنَّ مِنْ مُوْجِبَاتِ اْلمَغْفِرَةِ بَذْلَ السَّلاَمِ وَ حُسْنَ اْلكَلاَمِ.“

_“ *Sesungguhnya diantara amalan-amalan yang menyebabkan mendapat ampunan ialah menebarkan salam dan baik dalam perkataan (bertutur kata)*.”_

HR. Imam At-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir (no. 469) dari sahabat Hani’ bin Yazid radhiyallahu ‘anhu dan hadits ini dishahihkan oleh syaikh Al-Albani rahimahullahu ta‘ala dalam As-Shahihah (no. 1035), jilid: 3/hal: 29.

#spirit *PeduliGempaTanahAir*������
# *spiritmenebarsalam*����
#spiritberilmu&amal��
#spiritSEDEKAH��

Menjaga persatuan

بسم الله الرحمن الرحيم
MENJAGA PERSATUAN
@KangGuru

Tugas utama para Nabi dan para Rosul itu ternyata hanya dua; *Menegakkan Agama dan menjaga persatuan* hal itu terekam dalam firman Alloh taala surat Asy Syuro ayat 13;

Allah SWT berfirman:

شَرَعَ لَكُمْ مِّنَ الدِّينِ مَا وَصّٰى بِهِۦ نُوحًا وَالَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِۦٓ إِبْرٰهِيمَ وَمُوسٰى وَعِيسٰىٓ  ۖ  أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ  ۚ  كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ  ۚ  اللَّهُ يَجْتَبِىٓ إِلَيْهِ مَنْ يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ
syaro'a lakum minad-diini maa washshoo bihii nuuhaw wallaziii auhainaaa ilaika wa maa washshoinaa bihiii ibroohiima wa muusaa wa 'iisaaa an aqiimud-diina wa laa tatafarroquu fiih, kaburo 'alal-musyrikiina maa tad'uuhum ilaiih, allohu yajtabiii ilaihi may yasyaaa`u wa yahdiii ilaihi may yuniib

"Dia (Allah) telah mensyariatkan kepadamu agama yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa, dan 'Isa, yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah-belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya)."
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 13)

Ayat ini menepis anggapan bahwa Islam adalah sumber perpecahan bahkan justru sebaliknya ayat ini menegaskan bahwa Islam sangat mendorong persatuan

Formulasi persatuan yang di tawarkan Islam sangatlah unik, secara umum memang Islam mendorong untuk menjaga hubungan kemanusiaan dengan siapapun dan dimanapun ,  Al Qur'an menyebutnya dengan istilah *Hablum minannas* yang mana konsep Hablum minannas ini penegasan bahwa orang  Islam harus menjaga hubungan baik  dengan siapapun, dimanapaun dan kapanpun agar tidak terjebak dalam kehinaan dan kenestapaan

Allah SWT berfirman:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوٓا إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَآءُو بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ  ۚ  ذٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِئَايٰتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الْأَنۢبِيَآءَ بِغَيْرِ حَقٍّ  ۚ  ذٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ
dhuribat 'alaihimuz-zillatu aina maa suqifuuu illaa bihablim minallohi wa hablim minan-naasi wa baaa`uu bighodhobim minallohi wa dhuribat 'alaihimul-maskanah, zaalika bi`annahum kaanuu yakfuruuna bi`aayaatillaahi wa yaqtuluunal-ambiyaaa`a bighoiri haqq, zaalika bimaa 'ashow wa kaanuu ya'taduun

"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 112)

Nilai nilai kemanusiaan inilah seakan sudah cukup menjadi perhatian semua pihak untuk saling menjaga  agar tidak melakukan keburukan, kerusakan dan memprovokasi ditengah tengah kehidupan bermasyarakat

*'Alaqoh insaniyyah* atau hubungan kemanusiaan inilah yang di tekankan pada surat Al Hujurot ayat 13  yang  targetnya adalah *Li ta'arofuu* saling mengenal sebagai gerbang awal menuju *tafahum* ( saling memahami ) dan *takaful* ( saling bantu membantu )

Allah SWT berfirman:

يٰٓأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَأُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا  ۚ  إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقٰىكُمْ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
yaaa ayyuhan-naasu innaa kholaqnaakum min zakariw wa unsaa wa ja'alnaakum syu'uubaw wa qobaaa`ila lita'aarofuu, inna akromakum 'indallohi atqookum, innalloha 'aliimun khobiir

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Akan tetapi jika di perhatikan term *Persaudaraan atau persatuan* maka kita akan mendapatkan semuanya itu berkisar pada tema keimanan, sebagai contoh;

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ  ۚ  وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
innamal-mu`minuuna ikhwatun fa ashlihuu baina akhowaikum wattaqulloha la'allakum tur-hamuun

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat."
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 10)

Allah SWT berfirman:

الْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
al-akhillaaa`u yauma`izim ba'dhuhum liba'dhin 'aduwwun illal-muttaqiin

"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa."
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 67)

Maka semua ini menekankan bahwa menjalin persaudaraan bukan hanya sebatas hubungan biasa atau hubungan kemanusiaan yang sifatnya *ta'aruf* ( hanya kenal )  akan tetapi jika persatuannya ingin kokoh  atau persaudaraannya ingin kuat dan langgeng maka harus dilandaskan pada keimanan,  inilah yang dimaksudkan dengan *Alaaqoh imaaniyyah*

Dua pendekatan ini yang sangat harus di perhatikan oleh orang orang Islam, maka *Hablum minalloh* bisa kita tegaskan sebagai dasar dari *Alaqoh imaaniyyah* sedangkan *Hablum minannas* naas sebagai dasar *Alaaqoh insaniyyah*

Manakah yang akan di jadikan landasan kita dalam menjalin persaudaraan dan  persatuan ? Maka jika ingin persatuan dan persaudaraan kita langgeng maka  sangat disarankan jangan hanya sebatas hubungan kemanusiaan ( Hablum minannas )  akan tetapi setiap kita harus *meng upgrade* dari hubungan kemanusiaan menjadi hubungan keimanan karena keimanan lah yang akan melanggengkan persaudaraan kita hingga di akhirat kelak

Saya serukan *Mari jadikan 'Alaqoh insaniyyah sebagai modal awal membina Alaqoh imaaniyyah*

Wallohu'alam 'alam bish showab

Jumat, 12 Oktober 2018

Bala... na'udzubillah

وَقَالَ الشَّيْخُ الْبُوْنِيُّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِ الْفِرْدَوْسِ:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنْزِلُ بَلَاءً فِيْ آخِرِ أَرْبِعَاءَ مِنْ صَفَرَ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ؛ 

فَيَأْخُذُهُ الْمُوَكَّلُ بِهِ وَيُسَلِّمُهُ إِلَى قُطْبِ الْغَوْثِ فَيُفَرِّقُهُ عَلَى الْعَالَمِ، 

فَمَا حَصَلَ مِنْ مَوْتٍ أَوْ بَلَاءٍ أَوْ هَمٍّ إِلَّا وَيَكُوْنُ مِنَ الْبَلَاءِ
الَّذِيْ يُفَرِّقُهُ الْقُطْبُ؛

فَمَنْ يُرِدْ اَلسَّلَامَةَ مِنْ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّ سِتَّ رَكَعَاتٍ 

يَقْرَأُ فِي الْأُوْلَى بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَآيَةِ الْكُرْسِيِّ، وَفِي الثَّانِيَةِ سُوْرَةَ الْإِخْلَاصِ 

ثُمَّ يُصَلِّيْ عَلَى النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِأَيِّ صَلَاةٍ، 

ثُمَّ يَدْعُوْ بِهَذَا
فَيَقُوْلُ:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى وَبِكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ وَبِحُرْمَةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَحْفَظَنِيْ وَأَنْ تُعَافِيَنِيْ مِنْ بَلَائِكَ يَا دَافِعَ الْبَلَايَا يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ اِكْشِفْ عَنِّيْ مَا كُتِبَ عَلَيَّ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِنْ هَمٍّ أَوْ غَمٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
وَصَلَّى اللهُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا 
Shalat Lidaf’il Bala’: Tradisi Islam di Bulan Safar Warisan Para Ahli Sufiyah

Shalat sunnah lidaf’il bala’ (tolak bala’) merupakan shalat sunnah hajat yang dikerjakan pada malam atau hari rabu akhir bulan Safar, tepatnya pada hari rabu pada pekan keempat. Shalat sunnah ini dikerjakan empat rakaat dua salam dan dilaksanakan secara berjamaah.
Shalat sunnah ini dilakukan dalam rangka memperingati sekaligus menenangkan umat dalam rangka berlindung kepada Allah akan datangnya bala’ dan bencana yang terjadi pada bulan Safar. Awal mula munculnya ibadah ini adalah berdasarkan ilham dan ijtihad para ulama’ salaf maupun ulama’ sufiyah terdahulu yang teringat bahwa bulan safar adalah bulan yang penuh dengan kesialan dan malapetaka, dan hari rabu pekan keempat merupakan hari yang paling na’as pada bulan itu. Seorang sufi asal India, Ibnu Khothiruddin Al-Atthor (w. th 970 H/1562 M), dalam kitab “Jawahir Al-Khomsi” menyebutkan, Syekh Al-Kamil Farid-Din Sakarjanj telah berkata bahwa dia melihat dalam “Al-Awrad Al-Khawarija” nya Syekh Mu’inuddin sebagai berikut:
أَنَّهُ يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ ثَلاَثُمِائَةِ اَلْفٍ وَعِشْرِيْنَ أَلَفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ وَكُلُّهَا فَيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِرَةِ مِنْ شَهْرِ صَفَرِ فَيَكُوْنُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبُ أَيِّمِ تِلْكَ السَّنَةِ، فَمَنْ صَلَّى فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَقْرُأُ فِيْ كُلِّ مِنْهَا بَعْدَ الْفَاتِحَةِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ سَبْعَةَ عَشَرَ وَالْإِخْلاَصَ خَمْسَ مَرَّاتٍ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ مَرَّاةً وِيَدْعُوْ بِهَذَا الدُّعَاءِ حَفَظَهُ االلهُ تَعَالَى بِكَرَمِهِ مِنْ جَمِيْعِ الْبَلاَيَا  الَّتِيْ تَنْزِلُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ وَلَمْ تُحْمَ حَوْلَهُ بَلِيَّةٌ مِنْ تِلْكَ الْبَلاَيَا إِلَى تَمَام السَّنَةِ.
Artinya: “Sesungguhnya dalam setiap tahun diturunkan sekitar 320.000 macam bala’ yang semuanya ditimpakan pada hari rabu akhir bulan Safar. Maka hari itu adalah hari tersulit dalam tahun itu. Barang siapa shalat empat rakaat pada hari itu, dengan membaca di masing-masing rakaatnya setelah Al-Fatihah yakni surat Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, mu’awwidzatain masing-masing satu kali dan berdoa –do’anya Insya Allah akan disebutkan setelah ini–, maka dengan sifat karomnya Allah, Allah akan menjaganya dari semua bala’ yang turun pada hari itu dan di sekelilingnya akan terhindar dari bala’ tersebut sampai genap setahun” .
Adapun cara pelaksanaan shalat sunnah ini sama dengan shalat-shalat sunnah pada umumnya. Namun yang membedakannya adalah, setiap habis membaca surat Al-Fatihah pada masing-masing rakaatnya membaca: Surat Al-Kautsar 17 kali, Surat Al-Ikhlas 5 kali, Surat Al-Falaq dan surat An-Naas masing-masing satu kali.
Adapun doa yang dibaca setelah selesai shalat lidaf’il bala’ seperti berikut:
بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا محمَّدٍ وَّ عَلَى ألهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. نَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ القَيُّوْمُ وَنَتُوْبُ إلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَيَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ مَوْتًا وَلاَ نُشُوْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّيْ عَلَى سَيِّدِنَا محمَّدٍ. وَادْفَعْنَا مِنَ الْبَلاَءِ الْمُبْرَامِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْدُ بِكَلِمَاتِ التَّآمَّاتِ كُلِّهَا مِنَ الرَّيْحِ الْأَحْمَرِ وَمِنَ الدَّآءِ الْأَكْبَرِ فِيْ نَفْسِنَا وَدَمِّنَا وِلحمِنَا وَعَظْمِنَا وَجُلُوْدِنَا وَعُرُوْقِنَا. سُبْحَانَكَ إِذَا قَضَيْتَ مَرًّا أَنْ يَقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ. الله أَكْبَرُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ ٣X.
اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقَوِيَّ وَيَا شَدِيْدَ الْمَحَالِ يَا عَزِيْزُ يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جمِيْعَ خَلْقِكَ يَا مُحِسِنُ يَا مُجْمِلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لآاِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ارْحَمْنَا بِرَحْمًتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَاَخِيْهَا وَجَدِّهَا وَاَبِيْهِ وَاُمِّهِ وَبَنِيْهِ اكْفِنَا شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَاكَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَادَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِا اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَ صَلَّ اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّ عَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. آمين.
Setelah pelaksanaan shalat berakhir, biasanya diadakan shodaqohan sekadarnya seperti halnya kenduri yang diawali dengan membaca doa tahlil, kemudian dilanjutkan dengan ceramah atau mauidhah hasanah secukupnya, yang selanjutnya acara tersebut diakhiri dengan makan bersama. Setelah itu, para jamaah dipersilakan mengambil air barokah yang sudah dipersiapkan oleh panitia sebelumnya. Para jamaah pun bisa langsung meminumnya di tempat, atau boleh juga dibawa pulang untuk diminum bersama keluarga di rumah.
Status Hukum Shalat Sunnah Lidaf’il Bala’
Walaupun ibadah ini oleh sebagian kalangan dikategorikan sebagai amalan yang tidak diajarkan oleh Rasulullah saw dan bahkan menganggapnya sebagai bid’ah, namun oleh para ulama’ sufiyah dan tarekat, amalan shalat lidaf’il bala’ ini tetap boleh dikerjakan asalkan tidak menganggapnya sebagai keharusan yang mesti dilakukan. Keeksistensian ibadah ini pula jangan sampai dijadikan barang perselisihan sehingga timbul pertentangan di kalangan internal umat muslim. Akan tetapi justru amalan ini dijadikan momentum peningkatan kualitas ibadah kepada Allah swt serta sebuah sarana agar dapat berlindung kepada-Nya dari segala macam bencana dan mara bahaya yang akan menimpanya.
Allah swt berfirman:
وَ اسْتَعِيْنُوْا بِا الصَّبْرِ وَالصَّلَوةِ (البقرة: 45)
“Carilah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat” (QS. Al-Baqarah: 45).
Ayat diatas diperkuat dengan hadirnya sunnah Rasulullah saw:
عن حذيفة رضي الله عنه قال: كان رسول الله صلّى الله عليه وسلّم إذا حزبه أمر فزع إلى الصّلاة (رواه أحمد و أبو داود)
Dari Hudzaifah ra berkata: “Apabila Rasulullah saw menemui suatu kesulitan, maka beliau segera menunaikan shalat” (HR. Ahmad dan Abu Daud).
Apalagi semua shalat –baik shalat wajib maupun shalat sunnah– merupakan sebuah ibadah yang ditekankan untuk dilakukan oleh setiap muslim. Rasulullah saw telah bersabda:
الصّلاة خير موضوع
“Shalat adalah sebaik-baik amal yang ditetapkan (Allah untuk hamba-Nya)”
Ditambah lagi, setelah selesai shalat dilanjutkan dengan mauidhoh hasanah dan disertai dengan shadaqahan ala kadarnya. Inipun juga dianjurkan oleh Nabi saw dalam sabda beliau:
بَكِرٌوْا بِا الصَّدَقَةِ فَإِنَّ الْبَلاَءَ لاَ يَتَخَطَّاهَا (رواه الطبراني)
“Segeralah bershadaqah, sebab bala’ bencana tidak akan melangkahinya” (HR. Thabrani).
Yang menjadi permasalahan disini ialah, banyak di kalangan umat Islam meyakini bahwa amalan-amalan yang tidak ada tuntunannya secara langsung dari Rasulullah saw – seperti halnya shalat lidaf’il bala’ ini – dianggapnya sebagai keharusan yang mesti dikerjakan, akan tetapi ibadah-ibadah yang jelas-jelas ada tuntunannya dari Rasulullah saw, oleh masyarakat tidak dianggap sebagai keharusan –seperti shalat berjamaah, shadaqah dan semacamnya–bahkan terasa malas untuk mengerjakannya. Pandangan seperti inilah yang sangat keliru, dan perkara ini amat dekat dengan bid’ah. Padahal, perkara yang sifatnya qath’i (jelas dalil dan contohnya) harus didahulukan untuk diamalkan daripada perkara yang tidak langsung dicontohkan oleh Rasulullah saw, atau terakulturasi oleh budaya-budaya tertentu. Namun yang jelas, bentuk ibadah seperti di atas, bukan bermaksud untuk mengubah-ubah syari’at, tetapi sebagai bentuk strategi dalam rangka meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah, dengan catatan tidak menafikkan perkara-perkara yang jelas dalilnya.
Jadi tidak benar apabila shalat ini dianggap sebagai bid’ah dan statusnya haram dikerjakan oleh umat Islam.
Semoga bermanfaat
آمين..........